jelaskan teknik pencahayaan low key lighting dan horror lighting
5 Horror Lighting Teknik foto horor hampir mirip dengan teknik low light dan split lighting, perbedaannya hanya pada angle pengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model. Horror Lighting 6. Butterfly Lighting Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan
Sebutkanmanipulasi cahaya berdasarkan sifat dasarnya! 5. Jelaskan teknik pencahayaan low key lighting dan horror lighting! 6. Sebutkan warna apa saja yang dapat diteruskan oleh filter warna magenta!
Adaberbagai teknik pencahayaan dalam fotografi untuk menghasilkan efek tertentu seperti Heigh Key Lighting, Candle Light, Horror Lighting, dan lainnya 3. Filter cahaya juga berfungsi sebagai penerus warna-warna tertentu.
Tigapoin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light a. Key Light Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light b.
LowKey lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto.Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low keypencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto.Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.Setting lampu biasanya sangat minim.
Site De Rencontre Totalement Gratuit Forum. Sebelumnya pernah dibahas tentang cahaya buatan articial lighting. Kali ini akan dibahas beberapa teknik lighting yang umum digunakan. Mengacu pada pemahaman fotografi sendiri yang berarti melukis dengan cahaya’ maka tanpa adanya suatu cahaya tidak akan karya fotografi. Permainan cahaya dan teknik pencahayaan yang benar akan menghasilkan karya foto yang bagus. Ada beberapa istilah dan teknik pencahayaan dalam fotografi. Hi Key Low Key Candle Light Split Horror Butterfly Rembrandt High Key Lighting High Key Lighting Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk. Low Key Lighting Low Key Lighting Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya. Setting lampu biasanya sangat minim. Bisa menggunakan satu jenis lampu atau dua untuk menghasilkan detail dan kedalaman foto. Candle Light Candle Light – Photo by Tuhin Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key. Bedanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh. Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah. Split Lighting Split Lighting – Photo by Samantha Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya. Horror Lighting Horror Lighting – Photo by Ekillian Teknik foto horor hampir mirip dengan teknik low light dan split lighting, perbedaannya hanya pada angle pengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model. Kebanyakan posisi lampu diletakkan di bawah model. Butterfly Lighting Butterfly Light – Photo by Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto dengan bayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu. Lighting jenis ini sangat cocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto. Rembrandt Lighting Rembrandt Light Teknik ini menggunakan satu atau dua lampu dan ditambah reflektor. Jenis pencahayaan ini banyak digemari karena menghasilkan foto yang lebih berdimensi bahkan dengan peralatan lampu yang terbatas. Bentuk pencahayaan Rembrandt menghasilkan bentuk segitiga agak kontras disamping hidung atau di bawah mata. Sedangkan Rembrandt sendiri diambil dari nama pelukis yang sering melukis dengan menggunakan teknik pencahayaan seperti ini. Foto yang dihasilkan dengan teknik pencahayaan ini memberi kesan yang lebih berkarakter pada objek foto. Berikut ini beberapa contoh peletakkan posisi lampu dan foto yang dihasilkan. Posisi Lampu dan hasil fotonya – Klik pada foto untuk melihat lebih besar. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya. About The Author Denbagus Suka menulis, desain, komunikasi, branding, marketing, selling, new media, gadget, drawing, dan fotografi. Tips desain, tips bisnis online, tips gadget, motivasi, inspirasi hidup, motivasi bisnis, inspirasi bisnis, bisnis digital, bisnis online, design grafis
Dzargon – Fotografi tanpa cahaya itu ibarat foto tanpa foto. Yup benar sekali karena sejatinya Fotografi adalah seni melukis dengan cahaya jadi apa yan ingin dilkuis jika kuasnya tidak ada. Hal yang sama juga dilakukan oleh fotografer indoor yang di dalam foto studio mereka. Jika cahaya tidaklah cukup, maka dibuatlah artificiell lighting dengan bantuan flash atau ligthing buatan agar cahaya yang digunakan dalam memotret cukup. Keuntungan dari artifial Ligthing justrtu bisa menghasilkan gambar yang lebih artistik dibandingkan available light yang tidak bisa diatur oleh manusia. Hanya saja butuh penempatan dan setting yang pas agar bisa menghasilkan foto studio yang indah. Untuk ada baiknya memahami sedikit mengenai dasar-dasar yang terkait dengan pencahayaan dalam dunia fotografi. Daftar Isi 1A. Sumber Cahaya1. Available Light2. Lighting Lamp3. Flash4. Build in FlashB. Alat Bantu LigthingC. Penempatan Ligthing1. Front Light2. Oval Light3. Side Light4. Rim Light5. Back LightD. Curva Histogram Cahaya / Intensitas Cahaya1. Over Exposure High Key2. Ballance Exposure Normal Key3. Under Exposure Low Key A. Sumber Cahaya Sumber cahaya menjadi penentu arah datangnya cahaya. Dalam fotografi sumber cahaya terbagi atas 4 jenis. 1. Available Light Available light adalah sumber cahaya alami yang disediakan oleh alam baik itu bulan ataupun matahari, namun cahaya bulan tidak pernah cukup terang dalam dunia fotografi model. Cahaya matahari sangat membantu mengatasi masalah namun pada jam-jama tertentu sumber cahaya ini bersifat Hard Light dimana wajah model akan kelebihan exposure dan skin tone menjadi hilang. 2. Lighting Lamp Ligthing Lamp adalah lampu foto studio yang digunakan untuk membantu pencahayaan. Lampu ini terbilang boros energi bahkan sampai 500 watt. Keuntungan dari lampu ini bisa menghasilkan dua jenis cahaya yakni Continuous light dimana fungsinya sama persis dengan Available ligth namun intensitas cahaya di Continuous light dapat diatur sedimikian rupa agar sesuai dengan harapan fotografer. Hal lain yang bisa didapatkan dari Ligthing lamp adalah sudut jatuhnya cahaya serta mode flash light bagi yang sudah mahir menebak tingkat keterangan cahaya tanpa harus melihat secara langsung di mode Continuous light dan live view. 3. Flash Flash adalah lampu cahaya yang mudah di bawah karena ukurannya yang kecil. Fungsinya hampis sama dengan lighting lamp hanya saja tidak memiliki mode continuous light. Keuntunganya Flash bisa dibawa bahkan di luar ruangan, sedangkan untuk fotografi indoor, Flash termasuk low Budget Lighting. 4. Build in Flash Build in flash adalah lampus cahaya yang menghasilkan cahaya seperti kilat atau dikenal dengan nama Blist mode. Lampu ini dibenamakan biasa di bagian atas kamera dan tidak bisa diarahkan alias langsung mengarah ke muka model. Jarak lensa dan flash yang terlalu dekat membuat cahaya flash yang dipantulan dari mata model langusng tertuju ke lensa sehingga membuat efek Red Eye dimana lensa mata model terlihat merah. Jika cahaya pada flash dihalangi, Flash ini membantu fotografer dalam men-trigger Lighting Lamp yang punya fasilitas Eye Cat atau mata kucing yakni fasilitas menyalakan dengan merespon kilatan cahaya. B. Alat Bantu Ligthing Alat bantu ligthing adalah peralatan yang digunakan fotografer untuk membantu sistem pencahayaan agar cahaya yang dihasilkan lebih baik. Ada banyak alat bantu namun yang paling umum dikenal fotografer sebagai berikut Reflektor – Berfungsi memantulkan cahaya lembut ke arah tertentu. Reflektor terbuat dari bahan yang semi memantulkan cahaya. Umunya berwarna perak namun ada juga yang berwarna keemasan. Soft Box – Berfungsi untuk mengurangi besarnya intensitas cahaya yang jatuh pada model sehingga skin Tone dari si model tetap bertahan. Beauty Disk – Bentuknya melingkar dengan lobang hexagonal seperti saran lebah di seluruh permukaan. Fungsinya untuk membuat cahaya seolah-olah berasal dari sumber yang tak terhingga sehingga flash bisa langusng di tembakkan ke arah wajah model. Ligth Stand – Berfungsi untuk menempatkan posisi lampu studio yang dapat diatur ketinggian dan posisinya. Tujuannya agar menghasilkan cahaya sesaui dengan arah yang diinginkan. Trigger – Pemicu Ligthing menyala pada model Blitz, tujuannya agar kamera bisa memicu nyala lebih dari satu flash. Selain alat-alat tersebut ada juga alat bantu ligthing yang bersifat merubah atau memberikan fill warna pada cahaya yang disebut dengan filter, namun itu hanya digunakan oleh fotografer yang sudah advance. C. Penempatan Ligthing Penempatan lighting adalah teknik meletakkan posisi lampu realtif terhadap tubuh model. Secara umum diletakkan tepat di depan model, namun dalam dunia fotografer ada banyak posisi yang menghasilkan cahay yang berbeda. Teknik ini dikenal dengan nama Strobiz. 1. Front Light Front Ligth adalah teknik menempatkan flash atau lighting tepat di depan model. Tujuannya untuk menghasilkan cahaya flat pada model agar seluruh detil tubuh dan fashion item yang dikenakan model terkena cahaya. 2. Oval Light Oval ligth adalah teknik penempatan model yang berada sekitar 45o di hadapan model tujunya untuk memberikan cahaya sebanyak 75% dari objek namun tetap menyisahkan bayangan di bagian belakang objek. 3. Side Light Side Ligth adalah mengatur posisi cahaya seolah-oleh berasa dari samping model atau mungkin kisana 90o dari tubuh model. Sebenrnya tergantung dari kualitas lighting yang digunakan. Tujuannya untuk menghasilkan sisi gela dan terang pada tubuh model menjadi berlawanan. 4. Rim Light Rim Ligth adalah teknik menempatkan lampus di bagian belakang model namun tidak tepat membelakangi model. Tujuannya agar 25% bagian depan model saya yang terkena cahaya biasanya berupa garis tubuh dengan cahaya tepian wajah atau tubuh. Teknik Rim Light ini sangat baik dalam memaksimalkan gestur tubuh dan pose model karena mempertegas garis terap dan gelang di tepian tubuh model. 5. Back Light Bakc ligth adalah teknik menempatkan lampu tepat berada di belakang model. Jika cukup kuat tujuannya adalah untuk membuat garis siluet tubuh model yang kontras, namuan kebanyakan digunakan oleh fotografer sebagai Hair Light agar menghasilkan efek cahaya rambut yang indah. D. Curva Histogram Cahaya / Intensitas Cahaya Intesitas cahaya atau jumlah cahaya yang masuk dalam kamera selama proses pengambilan gambar dalam dunia fotografi dapat dilihat melalui Histogram foto. Histogram sudah disediakan di banyak kamera digital namun agar lebih detil melihat Histogram dapat dilihat dengan bantuan Software kelola gambar seperti Adobe Photoshop. Dalam dunia fotografi Histogram secara umuj dibagi ke dalam tiga jenis yakni Over Exposure, Normal Oxposure dan Under Exposure. 1. Over Exposure High Key High Key atau Over Exposure adalah kondisi dimana foto kelebihan cahaya. Hal ini dapat dilihat dari histogram foto dimana cahaya banyak berkupulan di daerah highlight. Untuk menciptakan foto seperti ini maka ligthing yang digunakan paling tidak bagian dengan teknik Oval Light di sisi kiri dan kanan, jika masih kurang tempatkan satu lagi Front light flash. Curva Histogram High Key 2. Ballance Exposure Normal Key Ballance Key adalah kondisi dimana exposure cahaya yang diberikan fotografer pada sebuah gambar berada pada daerah normal atau disebut kurva normal. Dalam histogram, Keberadan warna lebih banyak menumpuk di daerah Midtone pada histogram. Ballance Exposure Histogram 3. Under Exposure Low Key Low Key atau Under Exposure adalah teknik pengambilan gambar dimana daerah Shadow dari gambar lebih dominan dibandikan dengan daerah Hihgligth. Dalam Histogram, kumpulan cahaya dan warna lebih condong di daerah kiri. Low Key Histogram Photo Akhir KataNah itu dia aturan sekelumit aturan-aturan dan peralatan standar dalam fotograhi indoor di dalam studio. Silahkan kunjungi artikel menarik lain mengenai fotografi hanya di
Konsep lighting merupakan salah satu unsur penting dalam sinematografi dan pembuatan film. Dengan mempertimbangkan lighting, filmmaker bisa bermain-main dengan cerita dan mempengaruhi emosi penonton. Dengan kata lain, konsep lighting adalah elemen storytelling yang tidak bisa kamu kesampingkan. Pencahayaan dalam film berfungsi untuk memberikan mood, tone, tekstur, dan juga depth. Selain itu, pencahayaan juga mengarahkan mata penonton kepada sebuah subjek atau objek tertentu dan memberikan informasi tentang sebuah adegan – siapa yang berada di dalam adegan tersebut, apa emosi yang dirasakan oleh dirinya, apakah adegan tersebut terjadi pada pagi hari atau malam hari, dan juga bagaimana suasana adegan tersebut? Apakah menyenangkan? Tegang? Menyeramkan? Intinya, pencahayaan berfungsi untuk bercerita. Jika kalian ingin menjadi DP atau gaffer dan bercerita lewat cahaya, coba pahami konsep-konsep berikut ini yuk! Three Point Lighting Ini konsep lighting paling standar sih dan menjadi hal pertama yang perlu kamu pahami. Jadi, ada key light, fill light, dan back light. Untuk lebih mudahnya, silakan lihat diagram di bawah ini Key light adalah cahaya utama yang menyinari subjek atau objek, fill light adalah cahaya yang mengisi bagian kosong yang tidak disinari oleh key light dan berfungsi untuk mengimbanginya, sedangkan back light adalah cahaya yang diletakkan di belakang subjek atau objek untuk memisahkan subyek dengan background dan dalam beberapa situasi, back light juga dapat digunakan untuk menghilangkan bayangan yang dihasilkan oleh key light. High Key vs Low Key High key adalah pencahayaan terang dengan eksposur rata dan kontras rendah. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suasana bahagia, semangat, dan emosi positif lainnya. Berikut adalah contoh penggunaan high key Kamu bisa menemukan konsep pencahayaan high key dipakai di film romance dan komedi. Cara untuk mendapatkan hasil gambar yang high key bisa dikatakan mudah, kamu hanya perlu memperkuat key light dan menggunakan fill light lalu menggunakan diffuser untuk memperhalus cahaya yang menyinari subjek atau objek. Low key adalah pencahayaan rendah. Teknik ini membuat batasan antara gelap dan terang terlihat jelas. Biasanya low key digunakan untuk menggambarkan suasana sedih, menyeramkan, atau juga misterius. Di bawah ini adalah contoh penggunaan low key Kamu bisa menemukan konsep pencahayaan ini dipakai di film horror, thriller, dan drama. Untuk mendapatkan hasil gambar low key, kamu perlu menggunakan lampu yang kecil dan memantulkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu tersebut agar mendapatkan fill light. Soft vs Hard Hard light adalah pencahayaan keras. Lampu dihajar ke subyek sehingga menghasilkan garis bayangan yang tegas dan kontras sehingga menciptakan kesan dramatis. Untuk mendapatkan hasil gambar dengan pencahayaan hard light, kalian perlu untuk meminimalisir penggunaan fill light. Contoh penggunaan hard light bisa kamu lihat film Nightcrawler Soft light adalah pencahayaan lembut, dihasilkan dari alat seperti diffuser atau reflector, menciptakan gradasi bayangan yang lembut atau bahkan mengurangi bayangan sehingga menciptakan kesan elegan. Untuk mendapatkan hasil gambar dengan pencahayaan soft light, kalian perlu menggunakan banyak key light dengan fill light secukupnya. Contoh penggunaan soft light bisa kamu lihat film Her Temperatur Diukur pakai satuan Kelvin, semakin tinggi semakin hangat kuning, semakin rendah semakin biru dingin. Hangat dingin gambar tentunya mempengaruhi rasa’ dari gambar yang dihasilkan. Temperatur memiliki hubungan yang erat dengan white balance. Dengan mengetahui sumber cahaya yang digunakan, kita dapat menentukan white balance yang pas untuk gambar kita sehingga gambar tidak terlalu kuning atau terlalu biru. Contoh penggunaan temperatur lighting yang hangat Contoh penggunaan temperatur lighting yang dingin Realis vs Ekspresionis Layaknya sebuah lukisan, pencahayaan dalam film juga termasuk dalam dua jenis seni ini realis dan ekspresionis. Realis menciptakan pencahayaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Memberi kesan nyata, sedangkan ekspresionis menciptakan warna dan bentuk cahaya yang tidak realistis, dan tapi mengekspresikan rasa’ dan nuansa’. Contoh penggunaan pendekatan lighting ekspresionis Contoh penggunaan lighting yang realis Tuh kan pilihannya banyak banget! Dengan memahami konsep dan teknik di atas, kosa kata kita untuk bercerita secara visual akan semakin banyak. Seru ya kita jadi punya senjata’ lain untuk bercerita selain angle dan ukuran shot. Semoga artikel ini bermanfaat ya! Selamat bereksperimen!
MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA SMKN 1 KUTA SELATAN 2014 I Gede Dona Nugraha, 2 2 F. MATERI AJAR Memanipulasi Cahaya Berdasarkan Sifat Dasar Cahaya 1. Lembutkan disaring agar sumber cahaya menjadi lebih lembut dan lebih melebar 2. Konsentrasikan atau diarahkan agar sumber cahaya dapat bertambah intensitas, kontras, mudah diarahkan dan tajam Standard reflektor, snoot 3. Pantulkan keberbagai bidang yang memantul, ini adalah alternatif lain untuk mendapatkan cahaya yang lebih besar dan lebih lembut tetapi dengan intensitas kekuatan yang lebih kecil dibandingkan dengan disaring Styrofoam, payung pantul Teknik Pencahayaan dalam Fotografi Permainan cahaya dan teknik pencahayaan yang benar akan menghasilkan karya foto yang bagus. Ada beberapa istilah dan teknik pencahayaan dalam fotografi 1. High Key Lighting Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk. Gambar38. High Key Lighting 2. Low Key Lighting MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA SMKN 1 KUTA SELATAN 2014 I Gede Dona Nugraha, 2 3 Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key , sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Foto low key pencayahaan sangat minim, ditekankan pd bagian tertentu objek foto. low key sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dsb.. Setting lampu biasanya sangat minim. Bisa menggunakan satu jenis lampu atau dua untuk menghasilkan detail dan kedalaman foto. Gambar 39. Low Key Lighting 3. Candle Light Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key . Bedanya pd sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh. Teknik ini digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA SMKN 1 KUTA SELATAN 2014 I Gede Dona Nugraha, 2 4 Gambar 40. Candle Light 4. Split Lighting Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya. Gambar 41. Split Lighting 5. Horror Lighting Teknik foto horor hampir mirip dengan teknik low light dan split lighting, perbedaannya hanya pada angle pengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model. Gambar 42. Horror Lighting 6. Butterfly Lighting
Secara sederhana maksud dari low key lighting adalah fotografi yang nuansa cahayanya gelap. Sebaliknya, arti high key lighting adalah fotografi yang nuansa cahayanya terang. Teknik low key lighting sendiri lebih sering digunakan untuk memotret portrait manusia, terutama dalam setting studio/indoor. Dimana fotografer mengendalikan penuh pencahayaan. Mulai dari arah, penyebaran, dan intensitas cahaya. Dalam teknik low key photography tidak selalu menggunakan sedikit lampu. Low key lighting dapat juga menggunakan banyak lampu dan aksesori pemantul cahaya reflektor/cermin. Tujuannya untuk mengangkat detil pada beberapa bagian pada subyek/obyek foto. Berikut ini Tips Memotret Low Key Lighting Tentukan lokasi dengan kondisi cahaya yang tidak berlebihan. Kondisi remang-remang bahkan juga bisa untuk memotret low key. Gunakan satu sumber cahaya. Baik cahaya buatan atau cahaya alami natural light yang bisa bersumber dari jendela, lampu belajar, dll. Atur posisi subjek yang akan difoto hingga mendapatkan efek yang dramastis. Kita juga bisa menggunakan reflektor untuk mendapatkan efek cahaya yang lebih bagus. Atur eksposur jika hasil foto terasa gelap ataupun sebaliknya. Kombinasikan setting-an aperture, ISO, dan kecepatan rana kamera. Biasa disebut segitiga eksposur. Low key portrait dapat terlihat lebih dramastis bila menggunakan satu cahaya dari samping. Untuk itu jangan menggunakan flash kamera digital kita. Matikan flash kamera saat memotret low key portrait. Foto jenis apapun, komposisi menjadi peranan yang penting. Atur komposisi foto portrait kita. Dalam hal ini kita bebas bereksperimen untuk mengatur komposisi subjeknya. Foto portrait yang tidak melakukan eye contact langsung dengan kamera juga bisa membuat foto low key portrait lebih dramatis. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan ekspresi atau momen-momen menarik yang tak terduga. Cara memotret low key adalah mempersiapkan latar belakang yang bernuansa gelap, seperti hitam atau warna gelap lainnya. Pengaturan eksposur tidak harus di nol, tapi justru agak digelapkan supaya suasana gelapnya lebih kentara. Untuk mencoba teknik low key ini dapat dimulai dengan menggunakan satu sumber pencahayaan dan latar belakang kain hitam atau warna lain yang gelap. Untuk portraitur, subyek/model bisa juga mengenakan pakaian hitam atau warna gelap dalam Low Key Photography juga dikenal dengan istilah Black on Black. Tujuannya untuk mengutamakan wajah subyek/model kita bisa outstanding di dalam foto. Untuk pemotretan portrait low key, biasanya tantangannya adalah mengarahkan cahaya ke bagian yang bagus dan membatasi cahaya untuk tidak menerangi hal-hal yang tidak diinginkan. Pose dan ekspresi subjek juga menentukan keberhasilan foto low key. Perlu komunikasi dan kerjasama antara fotografer dan subjek foto yang baik untuk menghasilkan foto low key yang menarik. Penulis Aby Hasbi Rizki
jelaskan teknik pencahayaan low key lighting dan horror lighting