cerita tentang bersyukur kepada tuhan
Bacajuga: Inilah 11 Ayat Alkitab tentang Pernikahan Kudus Meskipun terdapat ratusan ayat Alkitab tentang bersyukur, mengumpulkan 50 ayat Akitab terbaik tentang rasa syukur yang dapat membantu kamu untuk mendalami kasih Tuhan. Kamu bisa membacanya setiap hari satu ayat atau bisa juga membacanya sekaligus. Ini adalah pengingat kepadamu untuk selalu bersyukur.
Tema: "Bersyukur Kepada Tuhan" (Lukas 17 : 11-19) Tujuan : Hari ini kita mendengar cerita tentang orang yang bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Pada suatu hari, Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem. Dalam perjalanan itu, Tuhan Yesus melewati sebuah desa. Di desa itu ada sepuluh orang yang sedang menderita sakit yang sangat parah.
Semogakalian menjadi hamba-Nya yang bersyukur.". Bersyukur menjadi perbuatan hati yang mampu membuat banyak orang merasa damai, bahagia, tenang, dan tentram. Dengan bersyukur, kita akan mendapat kenikmatan serta pahala dari Allah SWT. Seperti yang Allah sampaikan pada Surat Ibrahim ayat 7, yaitu:
Tuhanmengajar kita bahwa sikap bersyukur akan memberikan dampak yang luar biasa bagi setiap orang percaya. Mungkin kita sedang merasa sesak dengan ujian yang kita alami. Namun, mengucap syukur kepada Tuhan untuk meminta perhatian atau penyediaan-Nya yang terus-menerus, akan mengingatkan kita bahwa Dia selalu hadir bagi kita.
Yesus Pendidikan Menalar/Mengasosiasi Sikap: Agama Katolik Merumuskan bahwa kehadiran membantu anggota untuk SD anggota keluarga sebagai keluarga di rumah kelas II. karunia Allah dalam Yogyakarta: mengembangkan diri Kanisius, 2010 Mengomunikasikan Menyanyikan lagu yang bertema kasih sayang antar anggota keluarga di rumah Bersyukur kepada Tuhan
Site De Rencontre Totalement Gratuit Forum. Sponsors Link Yesus sendiri suka mengajar murid – muridNya menggunakan perumpamaan. Bahkan banyak dari perumpamaan – perumpamaan Yesus itu yang menjadi perumpamaan yang populer dan sering diperdengarkan untuk senantiasa mengingatkan kita semua agar kita tetap berada pada jalanNya. Penggunaan perumpamaan dapat membantu memudahkan Yesus untuk mengajarkan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita dan hal ini juga membantu kita untuk lebih mengerti apa yang dimaksudkan oleh Yesus sendiri. Perupamaan juga bisa membantu kita untuk sedikit demi sedikit mengerti tentang apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan dalam hidup kita mengenai apa yang benar untuk dilakukan dan mana yang seharusnya tidak dilakukan. Dalam Alkitab tentunya kita bisa menemukan banyak sekali perumpamaan yang membahas hampir segala sesuatu yang tentunya akan bermanfaat untuk membantu menumbuhkan iman kita kepada Tuhan. Salah satu jenis perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus membahas tentang bersyukur dan persembahan. Kedua hal inilah yang akan saya bahas pada artikel kali ini karena permasalahan mengenai rasa syukur dan persembahan bisa terbilang cukup krusial dalam kehidupan kita sehari – hari. Berikut ini adalah beberapa ilustrasi Alkitab tentang bersyukur dan persembahan yang bisa saya bagikan dengan Anda 1. Janda miskin “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya” Mrk 1238-44. Apakah Anda masih mengingat tentang ayat ini? Ayat ini adalah salah satu ayat yang seringkali diperdengarkan dalam khotbah Gereja untuk mengingatkan kita untuk senantiasa tidak berlaku sombong hanya karena kita bisa memberi persembahan dengan jumlah yang besar. banyak dari kita melakukan berbagai jenis persembahan ataupun bantuan untuk Gereja hanya untuk membuat diri sendiri menjadi semakin dipandang oleh orang lain, agar dihormati, dan lain sebagainya. Persembahan yang kita berikan untuk Gereja sebaiknya kita berikan secara ikhlas sama seperti seorang janda miskin yang sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan dengan segenap hatinya. Tetapi pertama tama, hal yang harus kita ketahui adalah tentang bagaimana cara menghitung persepuluhan dengan benar agar kita bisa memberikan kepada Tuhan sejumlah persembahan ataupun perpuluhan dengan jumlah yang pantas dan sesuai dengan kondisi kita masing – masing. Dengan memberikan persembahan, kita sama saja dengan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah kita terima. Lagi pula, uang persembahan itu bukan untuk Tuhan, melainkan untuk kembali lagi membantu sesama kita yang membutuhkan, membantu mengembangkan Gereja, mendanai kegiatan – kegiatan rohani, dan lain sebagainya. Dimana, semua hal ini juga baik adanya untuk membantu pertumbuhan iman kita. 2. Orang – orang upahan di kebun anggur Ilustrasi Alkitab tentang bersyukur dan persembahan selanjutnya diambil dari Injil Matius 201-16. Pada Injil Matius 201-16 menceritakan tentang pemilik kebun anggur yang memperkerjakan beberapa orang dengan perjanjian upah sebanyak satu dinar dalam satu hari. Para pekerja yang telah bekerja sehari suntuk merasa tidak adil karena upah mereka sama dengan upah pekerja yang hanya bekerja selama satu jam walaupun memang sudah ada perjanjian mengenai upah di awal sebesar satu dinar. Injil ini, mengingatkan kita untuk tetap bersyukur atas segala kejadian yang terjadi dalam hidup. Mungkin saja kita melihat bahwa orang lain yang baru saja memulai suatu pekejaan menjadi lebih sukses dari kita walaupun kita dan orang tersebut memulai pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Kita hanya bisa melihat segala sesuatu secara terbatas, hanya melihat orang lain dari luar dan tidak bisa mengetahui apa yang sudah dia kerjakan dibalik layar. Untuk itu sepatutnya kita senantiasa untuk tetap bersyukur dan bekerja keras atas kesempatan yang telah diberikan Tuhan kepada kita dalam bentuk apapun agar nantinya juga bisa berbuah dengan baik. Bukankah itu termasuk kedalam janji Tuhan bagi orang percaya bahwa semua akan indah pada waktuNya? Tetaplah senantiasa berada pada jalanNya dan gunakan kesuksesan orang lain sebagai pemicu semangat dan motivasi diri agar Anda bisa menjadi seseorang yang sukses juga. Dan yang perlu diingat, janganlah tinggi hati apabila Anda telah mencapai kesuksesan itu, melainkan tetaplah senantiasa bersyukur atas kesuksesan yang telah Anda terima dan senantiasa bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah Anda terima. 3. Perumpamaan tentang talenta Ilustrasi Alkitab tentang bersyukur dan persembahan selanjutnya adalah perumpamaan tentang talenta yang berada pada Injil Matius 25 14-25 juga bisa menjadi renungan kita untuk tetap bersyukur. Dalam Injil Matius 25 14-25 disebutkan bahwa sang tuan memberikan talenta kepada hamba – hambanya sesuai dengan kemampuan mereka masing – masing. Hal ini sama seperti kita, Tuhan memberikan apa yang kita miliki seperti harta, kecerdasan, dan bakat sesuai dengan kemampuan kita. Tentunya berkat ini akan berbeda pada manusia yang satu dengan yang lainnya. Tetapi, Tuhan juga masih membuka kesempatan bagi kita dan akan tetap terus membuka kesempatan bagi kita yang ingin mengembangkan berkat yang telah kita terima. Kita harus benar – benar memahami arti bersyukur dalam Alkitab agar kita terhindar dari perasaan iri dan dengki kepada sesama yang bisa menghambat kita dalam mengembangkan berkat yang telah ktia terima dari Tuhan. Jangan hanya merasa iri hati atas kesuksesan ataupun kekayaan yang orang lain miliki karena tentunya apabila seseornag tersebut memiliki lebih maka lebih besarlah tanggung jawabnya atas segala sesuatu yang telah dipercayakan kepadanya itu. Tetaplah berusaha dan bertekun dalam doa karena akan sangat besar manfaat berdoa bagi orang kristen dalam membantu mengubah hidup kita menjadi lebih baik. 4. Dua macam dasar Perumpamaan tentang dua macam dasar ini dapat ditemui pada Injil Matius 7 24-27. Pada Injil ini diceritakan tentang dua orang yang mendirikan rumahnya di dua landasan yang berbeda. Yang satu mendirikan rumahnya diatas batu dan yang satu mendirikan rumahnya diatas pasir. Ketika ada badai menerpa, rumah seseorang yang berlandaskan batu tetaplah kokoh sedangkan rumah seorang yang lain hancur diterpa badai. Perumpamaan ini ingin mengingatkan kita bahwa apabila kita telah memasrahkan dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, maka kita tidak perlu khawatir akan segala sesuatu yang terjadi pada hidup kita. Meskipun banyak kesulitan – kesulitan yang kita hadapi tetapi percayalah saja bahwa Tuhan akan mencukupkan segala sesuatunya dalam hidup kita. Dengan mengucap syukur setiap harinya atas segala rahmat yang telah Tuhan berikan hal ini sama saja dengan kita telah mempercayai Tuhan yang memegang kendali atas hidup kita. Karena itu dasarilah imanmu seperti seseorang yang membangun rumahnya dengan landasan batu dan bukannya pasir. Dasarilah hidupmu dengan rasa syukur dan tetaplah mengingat bahwa Yesus lebih besar dan lebih berkuasa dari masalah – masalah hidup yang engkau sedang hadapi saat ini. 5. Orang kaya yang bodoh Ilustrasi Alkitab tentang bersyukur dan persembahan yang selanjutnya menceritakan tentang orang kaya yang bodoh. Pada perumpamaan yang diceritakan dalam Injil Lukas 12 13-21 ini menceritakan tentang seorang kaya yang sedang berusaha meningkatkan kekayaannya terus menerus. Bahkan, ketika ia sudah tidak tahu lagi kemana ia akan menyimpan kekayaannya itu, ia tetap berusaha menyimpan kekayaannya dan berusaha menikmati kekayaannya itu suatu saat nanti untuk dirinya sendiri. Ia disebut – sebut sebagai orang kaya yang bodoh karena ia tidak memperhatikan keadaan disekitarnya, dimana masih banyak orang miskin yang memerlukan uluran tangan dan bantuan darinya. Ia juga tidak memperhatikan dan bahkan lupa bahwa apabila jiwanya diambil daripadanya maka ia tidak akan bisa menikmati kekayaan yang sudah ia kumpulkan itu. Hendaklah kita bersyukur dan apabila kita sudah merasa cukup dengan keadaan yang kita miliki saat ini cobalah untuk memperhatikan keadaan orang lain disekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Kiranya persembahan ataupun amalan yang bisa kita berikan untuk membantu orang lain juga bisa menjadi simpanan harta kita disurga nantinya. Karena hidup didunia hanyalah sementara dan hidup yang ingin kita tuju tentunya adalah hidup abadi bersama Dia. Ketahuilah juga akan perbedaan perpuluhan dan persembahan agar Anda tidak dibuat bingung karenanya. Ingatlah untuk senantiasa bersyukur atas segala rahmat yang telah Anda terima selama ini. Dan jangan lupa untuk berbagi kasih, membagikan sedikit yang Anda miliki kepada sesama yang membutuhkan, karena hal ini akan membantu Anda agar buah-buah Roh Kudus dalam diri Anda bisa bekerja secara maksimal dan membantu pertumbuhan iman Anda. Tidak ada gunanya untuk tetap menumpuk harta duniawi ketika kita tidak bisa menggunakan harta duniawi kita untuk mencapai harta surgawi. Semoga beberapa ilustrasi Alkitab tentang bersyukur dan persembahan yang sudah saya bagikan diatas bisa bermanfaat bagi Anda untuk menambah wawasan Anda serta membantu meneguhkan iman Anda dalam Kristus. Mungkin Anda juga bisa membaca berbagai renungan singkat kristen yang kami sediakan disini sebagai referensi bahan renungan dan refleksi diri agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih atas kesediaan Anda yang telah membaca artikel – artikel dari kami, semoga semua artikel yang kami sajikan bisa membantu Anda untuk tetap tumbuh dalam Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Tentang Bersyukur kepada Tuhan Bersyukur kepada Tuhan adalah menikmati segala hal yang kita miliki di dalam hidup tanpa merasa berkecil hati. Bersyukur kepada Tuhan akan membawa ketentraman di dalam hidup kita dan menciptakan rasa bahagia yang mungkin tidak dapat dimiliki oleh semua orang. Tanpa disadari atau tidak, kehidupan yang kita jalani sering dipenuhi dengan keluh kesah yang tiada habisnya. Mengeluh karena ketinggalan kereta, kesal karena bus kita datang terlambat, bete karena becek dimana-mana akibat dari hujan yang tak kunjung berhenti, dan keluhan-keluhan lainnya. Seringkali kita lupa bahwa sebenarnya hidup kita ini memiliki berbagai macam kenikmatan dan keindahan yang perlu disyukuri dan kita perlu bersyukur kepada Tuhan atas hal-hal yang kita miliki tersebut. Nah, apa saja sih hal-hal yang perlu kita syukuri di dalam hidup? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 1. Bersyukur terhadap Hidup Kita Hidup. Ini adalah hal yang paling utama yang perlu kita syukuri. Ada begitu banyak penyakit, kemiskinan, kelaparan, dan kekeringan yang merenggut ratusan bahkan ribuan nyawa setiap tahunnya. Mereka kehilangan kehidupan mereka, bahkan sebagian besar mereka yang masih hidup pun juga hidup seperti mati. Kelaparan yang menerjang mereka membuat mereka tidak bisa merasakan apa kenikmatan hidup yang seharusnya mereka rasakan. Apabila rekan pembaca tidak merasakan segala kesedihan tersebut, maka bersyukurlah atas kehidupan yang Anda miliki. 2. Bersyukur terhadap Situasi dan Keadaan Hidup Kita Jika kita masih bisa tidur dengan bantal dan guling yang empuk, selimut yang tebal, tidur di bawah atap rumah, maka ini adalah keadaan hidup yang lebih dari cukup. Coba lihat ada berapa banyak gelandangan yang tidak memiliki hal yang sama seperti kita? Bersyukurlah atas segala situasi yang ada pada diri kita. 3. Bersyukur karena Memiliki Orang Tua Satu-satunya makhluk tuhan yang bisa mencintai dan menyayangi kita apa adanya adalah sosok orang tua. Yap, bapak dan ibu kita adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mendukung, memberi kekuatan dan cinta yang abadi untuk diri kita. Bagi rekan pembaca yang masih memiliki orang tua di rumah, jangan sia-siakan waktu kita untuk menyayangi mereka dan bersyukur kepada Tuhan atas nikmat ini. 4. Bersyukur karena Memiliki Teman-teman yang Baik Selain orang tua, kehadiran teman-teman sejati adalah salah satu nikmat yang harus kita syukuri. Teman-teman terdekat adalah anggota keluarga lain yang kita pilih. Meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah dengan kita, namun mereka adalah orang-orang spesial yang Tuhan kirimkan untuk kita, maka bersyukurlah. 5. Bersyukur terhadap Segala Hal yang Kita Miliki Segala hal yang kita miliki di dalam hidup, entah itu kaos atau kemeja yang sedang rekan pembaca pakai sekarang, tas yang kita miliki, dan barang-barang lainnya yang melekat atau yang tidak melekat pada diri kita, namun milik kita. Itu semua adalah anugerah yang luar biasa. Terlebih lagi, jika rekan pembaca mendapatkan semua itu dari hasil jerih payah rekan-rekan pembaca semua. Wih, luar biasa sekali, bukan?! 6. Bersyukur terhadap Keberanian dan Kekuatan yang Kita Miliki Apakah rekan pembaca masih ingat bagaimana perasaan Anda saat berhasil melalui suatu kegagalan atau kekecewaan yang terjadi di dalam hidup Anda? Bagaimana perasaan rekan pembaca saat itu, menakjubkan bukan? Di dalam hidup, kita pasti pernah merasa ingin menyerah atau sedih karena sesuatu, tapi nyatanya Tuhan membawa kita untuk bisa menyelesaikan itu semua, dan ini perlu kita syukuri. Bersyukurlah atas keberanian dan kekuatan yang telah kita lakukan. 7. Bersyukur terhadap Pikiran, Hati, dan Panca Indera Kita Rekan pembaca, kita perlu bersyukur atas segala pikiran yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Segala pikiran kita yang dapat berkelana ke beberapa tujuan yang membawa kita kepada mimpi yang mungkin belum pernah kita lakukan sebelumnya. Bermimpi untuk menjadi pebisnis, atau profesor di bidang ilmu pengetahuan yang kita minati. Bersyukur atas hati kita, karena kita dapat merasakan secara alami, apa yang baik dan yang buruk untuk kehidupan kita. Bersyukurlah atas hati yang kita miliki untuk merasakan sesuatu dan memilih sesuatu hal di dalam hidup. Selain itu, bersyukurlah atas panca indera yang kita miliki. Dengan panca indera yang diberikan oleh Tuhan, kita dapat menyentuh, mencium, melihat, dan merasakan semua perasaan indah yang kita terima begitu saja. 8. Bersyukur terhadap Kesalahan yang Pernah Kita Lakukan Tidak ada manusia yang hidup tanpa melakukan sebuah kesalahan. Tidak terkecuali saya dan semua pembaca Career Advice. Bersyukurlah atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan, walaupun itu terdengar sedikit bodoh dan memalukan. Namun percayalah, tanpa kesalahan-kesalahan tersebut kita tidak akan pernah bisa belajar menjadi individu yang lebih baik. Kesalahan juga akan membawa kita kepada pengalaman hidup yang tidak akan pernah terlupakan, yang tentunya bisa membawa kita kepada tangga kesuksesan yang lebih tinggi. 9. Bersyukur terhadap Kekecewaan dan Kesedihan yang Kita Hadapi Rasa kecewa dan sedih adalah dua hal alami yang akan kita rasakan sebagai manusia. Namun dengan segala rasa kecewa dan sedih yang kita rasakan, pada akhirnya kita dapat belajar bagaimana cara mengatasi kesedihan dan kekecewaan yang kita hadapi untuk dapat bahagia kembali. Bersyukurlah atas kekuatan yang diberikan dari rasa kekecewaan yang kita rasakan, kepada diri kita sendiri. 10. Bersyukur terhadap Kebahagiaan yang Kita Dapatkan Setelah kesedihan dan kekecewaan, pastinya kita juga pernah mengalami rasa bahagia. Kita bisa merasa bahagia dalam hal apapun, dan definisi bagi setiap orang bisa berbeda-beda. Merasa dicintai akan membuat kita bahagia, mendapatkan pekerjaan impian membuat kita bahagia, bahkan bisa sembuh dari suatu penyakit pun juga suatu kebahagiaan. Bersyukurlah atas segala kebahagiaan yang Tuhan berikan kepada kita. 11. Bersyukur terhadap Mentor dan Guru yang Kita Miliki Kita perlu bersyukur atas kehadiran orang-orang yang mau meluangkan waktu mereka untuk membantu kita. Entah itu adalah guru, mentor atau bahkan orang tua yang selalu membimbing kita menuju jalan yang benar. Tanpa kehadiran dan bimbingan dari mereka, kita bisa saja kehilangan arah. 12. Bersyukur terhadap Pekerjaan yang Kita Miliki Seperti yang kita ketahui bahwa mencari pekerjaan zaman sekarang itu sangat sulit. Persaingan yang sangat ketat membuat kita semakin sulit dalam meraih pekerjaan impian. Untuk semua rekan-rekan pembaca Career Advice, bersyukurlah dengan pekerjaan yang Anda miliki saat ini. Tidak semua orang bisa memiliki pekerjaan. Pekerjaan kita yang kita benci saat ini, bisa jadi merupakan pekerjaan yang didambakan oleh orang lain. 13. Bersyukur terhadap Musuh yang Membenci Kita Musuh, untuk apa disyukuri? Mungkin sebagian dari kita akan berpikir demikian. Nyatanya, kita perlu bersyukur terhadap kehadiran para musuh yang menunjukkan kepada kita, orang-orang seperti apa yang tidak pernah kita inginkan di dalam hidup. 14. Bersyukur terhadap Tubuh yang Kita Miliki Bersyukurlah atas tubuh yang sehat jasmani dan rohani, sehingga kita bisa menjadi seorang manusia yang seutuhnya. Dengan tubuh yang sehat, rekan pembaca dapat pergi bekerja, belajar dan melakukan pencapaian lainnya. 15. Bersyukur terhadap Nama yang Kita Miliki Nama adalah sebuah hadiah yang diberikan oleh orangtua kepada kita. Tidak hanya itu, nama juga merupakan sebuah identitas yang kita miliki semenjak dilahirkan ke dunia. Tidak akan pernah ada masalah atau kegagalan yang dapat mengubah identitas pertama yang kita miliki ini. Bersyukurlah atas identitas yang Tuhan dan orang tua berikan kepada kita. Itulah 15 hal-hal luar biasa yang perlu kita syukuri keberadaannya yang hadir di dalam kehidupan kita. Bersyukur, bersyukur dan teruslah bersyukur sebelum Tuhan menambahkan kesuksesan kita. Nah rekan-rekan Career Advice, apakah Anda sudah bersyukur hari ini? jika belum, Yuk jangan lupa bersyukur dulu kepada Tuhan. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
5 Tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal adalah para tokoh Alkitab yang selalu mengucap syukur dalam segala keadaan, dalam suka dan duka. Kelima tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal ini telah mengalami berbagai penderitaan yang berat dalam hidup mereka. Bahkan mereka adalah para tokoh Alkitab yang paling banyak mengalami penderitaan. Baca juga 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani Namun mereka semua tampil sebagai tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal serta menjadi para pemenang dan menjadi teladan bagi umat Tuhan di segala tempat dan zaman. Mereka adalah para tokoh Alkitab yang selalu bersyukur dalam hidup, dalam segala keadaan, suka dan duka. Mereka ini terutama adalah tokoh-tokoh Alkitab yang besar dan paling berpengaruh, orang-orang saleh di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru. Baca juga 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat Persoalan atau permasalahan adalah suatu hal yang umum dialami oleh manusia. Boleh dikatakan bahwa semua manusia di dunia pernah mengalami permasalahan, dalam bentuk dan kadar tertentu. Demikian juga dengan para tokoh Alkitab, mereka pun mengalami berbagai permasalahan dalam hidup mereka. Bukan hanya tokoh Alkitab yang jahat, tetapi juga para tokoh Alkitab yang saleh. Baca juga 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka Memang, permasalahan terjadi karena berbagai alasan, bukan hanya diakibatkan oleh dosa atau kesalahan orang yang mengalami permasalahan. Itulah sebabnya orang benar juga mengalami permasalahan, termasuk para tokoh Alkitab yang saleh. Tetapi Tuhan menghendaki kita, umatNya, untuk selalu bersyukur dalam segala hal 1 Tesalonika 518. Bukan hanya ketika kita mengalami hal-hal yang baik dalam hidup, tetapi juga ketika mengalami hal-hal buruk sekalipun. Baca juga 10 Tokoh Alkitab Yang Setia Sampai Mati Sebab kita percaya bahwa kadang hal-hal buruk pun Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita. Tetapi kita pun yakin bahwa rencana Tuhan selalu indah bagi kita anak-anakNya. Dan bahwa hal-hal buruk pun bisa dipakaiNya untuk kebaikan kita sendiri Roma 828. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 5 tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala Lalu, siapa sajakah 5 tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal? Berikut pembahasannya. 1. Ayub Tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal, yang pertama adalah Ayub. Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah. Selain itu, Ayub juga orang yang kaya. Namun Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan penderitaan yang sangat berat kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika. Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati. Jelas istri Ayub tidak menolongnya di masa paling sulit Ayub 1-2. Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya. Jadi hidup Ayub “dihancurkan” dalam segala hal keluarga, keuangan, kesehatan, dan persahabatan. Namun Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya. Dalam menghadapi penderitaannya, Ayub berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ayub 121. Ayub juga berkata kepada istrinya yang memintanya untuk mengutuki Allahnya lalu mati, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Ayub 210. Sikap Ayub ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yang selalu mengucap syukur dan memuji Tuhan dalam hidupnya, termasuk dalam keadaan susah dan duka. 2. Daud Tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal, yang kedua adalah Daud. Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul, dan raja terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa Israel, umat pilihan Allah. Baca 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab Namun barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja bangsa Israel sepenuhnya. Sebab di sepanjang hidupnya, Saul selalu memburu Daud untuk membunuhnya. Dan selama pengejaran Saul, Daud hidup mengembara di berbagai tempat, termasuk di gua-gua. Namun penderitaan Daud yang lebih besar lagi adalah tatkala anak kandungnya sendiri, Absalom, memberontak kepadanya. Penderitaan Daud bukan hanya di situ. Ada banyak orang yang mencelanya, menghinanya, mengutukinya, bahkan berusaha membunuhnya. Termasuk orang Filistin, musuh bebuyutan Israel. Namun Daud selalu bersyukur dalam segala keadaan yang dialaminya, dan hanya berharap kepada Tuhan. Hal ini terutama kita lihat dari lagu-lagu yang digubahnya yang terdapat dalam kitab mazmur. Salah satu contohnya adalah Mazmur 57, yang merupakan doa dan ucapan syukur Daud ketika ia sedang melarikan diri dari Saul. Jadi ketika Daud masih mempunyai masalah, sedang dikejar-kejar dan ingin dibunuh oleh Saul, Daud tetap bersyukur kepada Tuhan. 3. Habakuk Tokoh Alkitab yang bersyukur dalam segala hal, yang ketiga adalah Habakuk. Hal ini dapat kita lihat dari Kitab Habakuk, yang berisi tentang nubuat-nubuat dan penglihatan nabi Habakuk perihal bangsa Yehuda. Kitab Habakuk merupakan pergumulan nabi Habakuk sendiri atas penderitaan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan sendiri, ketika bangsa tersebut begitu parahnya dihancurkan oleh bangsa Babel atau orang Kasdim. Oleh karena pemberontakan mereka kepada Tuhan, maka Tuhan mengizinkan bangsa Yehuda diserbu dan dihancurkan oleh bangsa Babel. Bangsa Babel ini, yang tidak percaya kepada Tuhan, begitu sombongnya dalam menghancurkan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan. Hal ini mengakibatkan nabi Habakuk mengadu kepada Tuhan. Tuhan belum menjawab doa Habakuk, Habakuk belum melihat pemulihan dari Tuhan atas bangsanya. Tetapi yang luar biasa adalah bahwa nabi Habakuk tetap percaya, berharap dan bersorak di dalam Tuhan, bahkan di tengah penderitaan yang besar Habakuk 3. Pages 1 2
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Dan ingatlah juga tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian; dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS Ibrahim ayat 7 Bangsa Yahudi adalah kaum yang paling banyak mendapat nikmat dari Allah namun mereka jugalah kaum yang paling tidak pandai bersyukur. Ayat di atas turun dalam konteks dialog antara Nabi Musa dan bangsa Yahudi. Allah menceritakan tentang Nabi Musa ketika ia mengingatkan kaumnya kepada hari-hari Allah yang mereka alami dan nikmat-nikmat-Nya yang dilimpahkan kepada mereka. Yaitu ketika Allah menyelamatkan mereka dari cengkeraman Fir'aun dan para pengikutnya, serta dari siksaan dan penghinaan yang mereka alami. Fir'aun menyembelih anak laki-laki mereka yang dijumpainya, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka, lalu Allah menyelamatkan mereka dari semuanya itu. Hal tersebut merupakan nikmat yang paling besar. Tetapi sayang, bangsa Yahudi melupakan semua nikmat yang Allah berikan. Mereka menjadi bangsa yang kufur nikmat. Maka Allah ingatkan Nabi Muhammad dan umat beliau untuk pandai-pandai bersyukur. Jangan meniru kesalahan bangsa Yahudi. Inilah konteks surat Ibrahim ayat 7 di atas. Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya menyodorkan kisah nyata sebagai implementasi ayat di atas وَفِي الْمُسْنَدِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ سَائِلٌ فَأَعْطَاهُ تَمْرَةً، فَتَسَخَّطها وَلَمْ يَقْبَلْهَا، ثُمَّ مَرَّ بِهِ آخَرُ فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا، فَقَبِلَهَا وَقَالَ تَمْرَةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَمَرَ لَهُ بِأَرْبَعِينَ دِرْهَمًا، أَوْ كَمَا قَالَ "Diriwayatkan oleh Imam Ahmad al-Musnad ada seorang pengemis yang diberi sebutir kurma oleh Nabi, namun pengemis tersebut menolak karena merasa pemberian itu hanya sebutir biji kurma. Datang pengemis lain, Nabi berikan sebutir biji kurma. Terdengar ucapan terima kasih dan rasa syukur mendapat pemberian dari Nabi meski hanya sebutir kurma. Mendengar rasa syukur pengemis kedua ini, maka Nabi tambahkan 40 dirham untuknya." Orang yang bersyukur adalah orang yang tahu berterima kasih. Bukan sekedar banyak atau sedikitnya rejeki yang kita peroleh, tapi renungkan sejenak yang memberi kita rejeki itu adalah Sang Maha Agung. Ini saja sudah pantas membuat kita bersyukur karena sedikit atau banyak kita masih diperhatikan dan diberi rejeki oleh Allah swt. Alhamdulillah. 1. Orang yang bersyukur akan jauh lebih produktif. Kenapa? Karena mereka tahu memanfaatkan resources dan peluang yang ada. Orang yang selalu mengeluh akan menghabiskan waktunya menyesali diri. Berlama-lama dalam nestapa membuat kita tidak siap menangkap peluang berikutnya. Orang yang bersyukur akan memanfaatkan apa yang dimiliki saat ini, sekecil apapun itu, sebagai bekal untuk terus maju. 2. Orang yang bersyukur itu lebih bahagia dan optimis Sementara orang yang pesimis akan sibuk meratapi kegagalan dan nyinyir akan kesuksesan orang lain, orang yang pandai bersyukur emosinya akan lebih stabil, sigap mencari solusi, melokalisir persoalan bukan melebarkannya kemana-mana, dan taktis mengatur strategi. Dengan segala keterbatasannya, orang yang bersyukur akan membuat skala prioritas. Siapapun tidak akan suka dengan orang yang selalu mengeluh, dan kalau dia punya problem seolah hanya dia satu-satunya di dunia orang yang punya masalah, dan semua orang harus memperhatikan masalahnya. Orang seperti ini tidak akan produktif berkarya, dan tidak akan bertambah nikmat dari Allah. Ayat di atas itu sangat nyata dan membumi. Dalam bahasa Arab, kata "syukur" berarti membuka dan menampakkan, dan lawan katanya adalah "kufur" yang bermakna menutup dan menyembunyikan. Ini artinya hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan cara menggunakannya pada tempatnya dan sesuai dengan yang dikehendakinya oleh pemberinya, juga dengan cara menyebut-nyebut pemberinya dengan baik. Tafsir al-Misbah menjelaskan bahwa setiap nikmat yang dianugerahkan Allah itu semua menuntut perenungan untuk apa ia dianugerahkan-Nya. Lalu menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan tujuan penganugerahannya. Dengan demikian, orang yang kufur terhadap nikmat Allah bukan saja tidak mengakui berbagai kenikmatan yang Allah berikan tapi cenderung untuk menutupi dan menyembunyikannya. Itulah sebabnya Allah menegaskan, وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ "Dan sedikit di antara hamba-hambaKu yang bersyukur" QS Saba13 dan di ayat lain Allah berfirman, ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ "Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia seluruhnya; tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur" QS Yusuf 38. Naudzubillahi min dzalik. 3. Bersyukur itu manfaatnya akan kembali kepada kita. Al-Qur’an sudah memberi sinyal yang teramat jelas وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". QS Luqman 12 Dalam Hadits Qudsi diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari Sahih Muslim, Hadits No. 2577 يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا، Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang yang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalangan umat manusia dan jin semuanya memiliki kalbu seperti kalbu seseorang di antara kalian yang paling bertakwa, tiadalah hal tersebut menambahkan sesuatu dalam kerajaan-Ku barang sedikit pun يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا، Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang yang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalangan umat manusia dan jin semuanya memiliki kalbu seperti kalbu seseorang di antara kalian yang paling durhaka, hal tersebut tidaklah mengurangi sesuatu pun dalam kerajaan-Ku barang sedikit pun. يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَسَأَلُونِي،فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ المِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْر» Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalangan umat manusia dan jin semuanya berdiri di suatu lapangan, kemudian mereka meminta kepada-Ku, lalu Aku memberi kepada setiap orang apa yang dimintanya, tiadalah hal itu mengurangi kerajaan-Ku barang sedikit pun, melainkan sebagaimana berkurangnya laut bila dimasukkan sebuah jarum ke dalamnya. Perbendaharaan Allah amat luas. Bersyukur pada pemberianNya itu tidak akan menambah sesuatupun di sisiNya, tapi justru akan menambah rahmatNya untuk kita. Kita yang membutuhkan syukur, bukan Allah Swt. Allah berfirman dalam QS al-Baqarah 152 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ “Ingatlah kepadaKu, niscaya Aku ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku, dan jangan kufur dari nikmat-Ku.” Ayat ini begitu padat-bergizi menggabungkan tiga konsep sekaligus dzikir, syukur dan kufur. Mengingat Allah berdzikir akan membawa kita kepada rasa syukur, sebaliknya orang yang lalai dari mengingat Allah, di mana setiap punya masalah dia menjadi kufur nikmat. Dia jadi lupa akan berbagai nikmat yang sudah Allah berikan sebelumnya. Konsep syukur yang begitu dahsyat di atas, sayangnya begitu tiba di tengah-tengah kita menjadi dipalingkan maknanya. “Syukurin loe!” walhasil kata “syukur” berubah menjadi negatif, seolah bersyukur itu sama dengan mengejek kegagalan orang lain. Kita seolah mensyukuri kegagalan orang lain. Mungkin ini sebabnya kita sulit menjadi bangsa yang maju karena kita keliru menerapkan makna syukur. Kita diperintah oleh Tuhan untuk menyebarkan nikmat yang kita peroleh sebagai tanda syukur QS. al-Duha 11. Dengan menyebarkannya, maka kita telah berbagi kebahagiaan dan energi positif ini akan menular kepada orang lain. Tahadduts bin ni'mah ini berbeda dengan ujub, kesombongan diri atau sekadar pamer, karena niat dan tujuannya berbeda sama sekali. Apalagi, bersyukur itu tidak harus menunggu nikmat yang ruaarr biasa’ seperti kalau kita mau pamer atau menyombongkan diri. Apa yang kita raih, sekecil apapun, patut disyukuri, dan diceritakan dengan penuh rasa syukur. Do not underestimate what you already have Jangan meremehkan apa yang anda miliki. Dalam bahasa agama, alhamdulillah 'ala kulli hal Puji Tuhan dalam segala kondisi Tapi, alih-alih menebar energi positif, mengapa kita jutsru sering mendapati reaksi negatif dari mereka yang menerima berita baik tentang kita? Inilah penyakit kronis SMS Senang Melihat orang lain Susah dan Susah Melihat orang lain Senang yang harus kita lawan. Mau diartikulasikan sedemikian rupa dan mau ditutupi dengan kata-kata bersayap sekalipun, orang lain bisa merasakan kok, bagaimana reaksi negatif yang kita lontarkan. Jadi, apa jalan keluarnya? Sederhana saja. Rasul mengingatkan, "Perumpamaan kalian dalam hal kasih sayang itu bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan, maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam" HR Muslim. Mafhum mukhalafahnya ialah kalau ada anggota tubuh yang senang, maka sekujur tubuh juga seharusnya senang! Karena itu, saran saya, kalau ada kawan yang dapat kenikmatan atau dapat rezeki, maka kita pun sebaiknya segera ikut bersujud syukur. Cara praktis ini bukan saja akan memadamkan penyakit hati, seperti iri hati dan dengki terhadap rezeki orang lain, tapi juga menebarkan energi positif. “Ente yang dapat rezeki, ane bakalan ikut sujud syukur berterima kasih pada Tuhan yang telah memberi ente kenikmatan tersebut. Ente bertahadduts bin ni'mah, ane bersujud syukur. Sekarang, rasakan ademnya hati kita semua. Subhanallah!” Imam al-Ghazali juga memgingatkan kita semua bahwa cara bersyukur kepada Allah itu lewat hati, dengan lisan dan dengan amal perbuatan. Mari kita memaafkan kesalahan hari kemarin, bersyukur pada apa yang diraih hari ini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik. Itulah cara menitipi hidup menujuNya. Nadirsyah Hosen, Rais syuriyah PCINU Australia dan New Zealand
cerita tentang bersyukur kepada tuhan